Jumat, 01 April 2011

Gagal Nikmat Tuhan

Ingatlah kawan bahwa “kegagalan itu kesuksesan yang tertunda”. Semua orang sukses jaman sekarang adalah orang – orang yang dulunya pernah mengalami kegagalan, bedanya saat mereka mengalami kegagalan mereka segera bangkit dari keterpurukan, tidak terlarut dalam kegagalan itu. Orang – orang yang saat ini merasa dirinya gagal sebenarnya itu salah. Sebenarnya sejak dulu mereka sudah diberi kesempatan untuk menjadi orang sukses, tapi saat mereka diberi kegagalan, mereka lalu menyerah, putus asa, marah pada diri sendiri dan yang lebih ironisnya lagi berburuk sangka pada Tuhan dan berkata,”Tuhan, Engkau tidak adil, mengapa Engkau selalu memberikan kegagalan padaku, padahal aku sudah bekerja keras terus, tapi selalu gagal.”
Ada sebuah kalimat motivasi yang sangat menarik terkait hal diatas,

“Banyak orang yang sebenarnya sudah dekat dengan
kesuksesan, tapi sayangnya mereka kemudian menyerah.”
( Thomas A. Edison )

Ketahuilah kawan bahwa beruntunglah bagi Anda yang diberikan Tuhan “nikmat” gagal. Sungguh bahwa gagal itu adalah nikmat Tuhan yang kita tidak pernah sukai rasanya. Mengapa saya katakan beruntung bagi Anda yang diberikan kegagalan?? Apakah Anda pernah berpikir saat Anda gagal Anda sedang diperhatikan oleh Tuhan?? Anda sedang dipilihkan jalan yang benar oleh Tuhan demi kesejahteraan dalam hidup Anda. Jadi kenapa Anda harus bersedih saat Anda gagal?? Bergembiralah wahai kawan. Bukan bergembira maksudnya tertawa, jingkrak – jingkrakkan atau malah mengadakan selametan atas kegagalan Anda, bukan. Kalau Anda melakukan hal itu orang – orang disekitar Anda malah akan menganggap Anda sebagai orang yang tidak waras, alias gila. Bergembiralah secara wajar, bergembiralah dengan memperbaikki sikap agar kegagalan yang Anda alami tidak terulang kembali untuk yang kesekian kalinya. Mungkin sikap Anda kurang tepat atau bahkan salah. Anda ingin lulus ujian matematika, Anda sudah benar belajar, tapi mungkin bukan matematika yang Anda pelajari, tapi mungkin Biologi. Atau mungkin Anda sudah belajar matematika, tapi lebih banyak istirahatnya ketimbang belajarnya, apa yang seperti ini yang disebut ketepatan sikap?
Lalu bagaimana kalau saya gagal lagi setelah saya memperbaikki sikap saya? Saya pastikan bahwa doa Anda belum benar, belum khusyuk, dan belum yakin. Siapapun pasti tahu bahwa dalam hidup ini untuk mencapai segala sesuatu harus seimbang antara usaha dan doa. Tidak akan tercapai bila kita hanya berdoa tapi tidak berusaha, dan tidak baik juga bila kita hanya berusaha tapi tidak berdoa, kita lupa pada yang menciptakan kesuksesan, yang membimbing kita pada kesuksesan, yaitu Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar