Anda tahu Thomas Alfa Edison?? Seorang ilmuwan yang menemukan bola lampu. Tahukan Anda ia baru menemukan lampu setelah ia melakukan eksperimen sebanyak 999 kali dan semuanya itu gagal. Anda bayangkan bila Thomas Alfa Edison putus asa dipercobaan yang keseribu kalinya, dia putus asa, dia mengeluh, Anda bayangkan, apa yang akan terjadi di dunia ini?? gelap gulita, tidah ada cahaya, tidak ada benda bernama lampu yang menerangi kita saat kita belajar dimalam hari.
Thomas Alfa Edison menyadari bahwa kalau ia terus berusaha, Tuhan akan memberikan jalan yang sangat “waaahhh” atas usaha apa yang telah dia lakukan, sehingga dia terus berusaha, mencoba, mencoba, dan teus mencoba karena ia yakin ia pasti bisa, percaya pada dirinya sendiri. Thomas Alfa Edison sampai seribu kali bereksperimen untuk menemukan lampu, bagaimana dengan Anda, sudah sebesar apakah usaha Anda untuk mencapai pensejahteraan diri Anda yang maksimal?? Sudahkah Anda berkaca pada diri Anda dari kisah Thomas Alfa Edison ini??
Kita harus mencoba, mencoba, dan mencoba. Orang yang sukses menggunakan akal mereka bagaimana membentuk pribadi yang kaya, disegani banyak orang dengan mencoba terlebih dahulu. Coba – coba menjadi pengusaha atau menjadi apapun yang kiranya mendatangkan uang yang tentunya halal. Mungkin dengan berusaha kecil – kecilan dengan menjual gorengan dengan gerobak awalnya, lalu karena kegigihannya, orang sukses ini mengalami peningkatan derajat yang diberikan Tuhan untuknya sehingga menjadi juragan gorengan yang memiliki cabang hampir seribu senusantara. Si orang sukses ini tidak berdiam diri menanti barangkali ada uang yang jatuh dari langit, atau bahkan berharap bakal ada “hujan uang”.
Teman – teman harus tahu bahwa Tuhan menciptakan makhluknya itu sama, tidak ada yang berbeda, sama – sama memiliki akal. Oleh karena itu apa yang membuat orang menjadi berbeda satu sama lain?? Yaitu akal. Dengan akal ini kita memiliki tugas untuk MENCOBA, bukan SUKSES. Kita tak akan pernah sukses sebelum kita mau mencoba sesuatu yang akan menaikkan derajat Anda menjadi orang sukses.
Seorang pakar motivasi Indonesia pun pernah menyinggung hal ini dalam kalimat - kalimat beliau yang sangat membangun dengan berkata,
“Tugas kita bukanlah untuk berhasil tetapi untuk mencoba,karena dalam mencoba itulah Anda akan belajar menemukan keberhasilan.”
( Mario Teguh )
Jangankan sampai seribu kali seperti Thomas Alfa Edison, terkadang kalau kita yang berprofesi sebagai pedagang saja, melihat cuaca panas saja sudah mengeluh,”Duuuhh, panas banget sih cuacanya, mana pembeli sepi banget…”
Keluhan yang seperti ini yang sesungguhnya memberikan sugesti pada diri Anda untuk terus terjerembab dalam lubang keputus asaan, mudah mengeluh, tanpa berfikir bagaimana agar tidak merasa panas, agar dagangannya laku. Yang dia lakukan hanya mengeluh, putus asa, dan keesokan harinya sudah tidak berdagang lagi. Bagaimana bisa orang yang seperti ini mewujudkan mimpinya menjadi juragan gorengan sementara yang ada didalam pikirannya hanya maunya sukses, cuaca adem, pembeli banyak, tanpa mau memikirkan dirinya mau tidak menerima bila cuaca panas, ia mengalami kerugian dan pembeli sepi.
Ingatlah kawan bahwa “kegagalan itu sukses yang tertunda”. Sesungguhnya bersyukurlah bagi Anda yang diberikan kegagalan oleh Tuhan, sebab saat Anda gagal itu, Tuhan sedang memberikan perhatian - Nya pada Anda bahwa Anda tidak pantas untuk sukses di bidang itu, tapi Anda lebih pantas bila Anda sukses dibidang lain. teruslah mencari bidang kesuksesan Anda. Bila gagal, bangkitlah, terus mencoba sampai Tuhan memberikan kepantasan pada diri Anda untuk mendapatkan kesuksesan.
Semoga Bermanfaat....
Ardian Wisnu Nugroho,





Tidak ada komentar:
Posting Komentar